GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Krisis Premium, Pengemudi Angkot di Gorontalo Gigit Jari

Krisis Premium, Pengemudi Angkot di Gorontalo Gigit Jari

Liputan6.com, Gorontalo - Hampir setiap hari terlihat antrean kendaraan mengular di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Gorontalo. Hal ini karena Bahan Bak…

Krisis Premium, Pengemudi Angkot di Gorontalo Gigit Jari

Liputan6.com, Gorontalo - Hampir setiap hari terlihat antrean kendaraan mengular di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Gorontalo. Hal ini karena Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yang mulai langka.

Hal ini tentu dikeluhkan warga sekitar. Mereka meminta solusi cepat dari pihak Pertamina terkait masalah sulitnya mendapatkan BBM jenis premium ini, tidak seperti sebelumnya.

Pantauan Liputan6.com, antrean panjang terjadi di SPBU Kota Gorontalo, tepatnya di Jalan Tinaloga dengan puluhan roda empat yang berjajar untuk mendapatkan BBM jenis Premium yang setelah adanya bahan bakar Pertalite, BBM jenis premium menjadi barang langka.

  • Risol Isi Ganja Asal Aceh Bikin Petugas Ekspedisi Ketar-ketir
  • Rahasia Pak Ndut Bisa Jual Bakso Rp 2 Ribu Seporsi
  • Penjelasan Polres Garut Soal Grup FB Pelajar Penyuka Sesama Jenis

Seperti yang dikatakan Aksan Muslim, salah seorang pengemudi mobil mikro mengeluhkan antrean yang sering terjadi di SPBU Kota Gorontalo lantaran krisis BBM jenis Premium. Menurutnya, antrean seperti ini cukup membuat warga lelah dan menyulitkan mobilitas warga.

"Saya sudah ngantri dari tadi pagi, semua SPBU penuh dipadati pengendara, bahkan antreannya panjang, sedangkan kami sebagai pengemudi mikro harus mencari penumpang," ujarnya kepada Liputan6.com, Senin (22/10/2017).

"Ini karena Premium atau bensin pada hampir semua SPBU antrean panjang dan hanya dalam waktu 2 jam habis, sehingga kendaraan banyak kendaraan kami yang tidak terisi dan mau tidak mau harus pindah ke Pertalite," dia menambahkan.

"Yang lebih parahnya lagi, banyak kendaraan yang diduga milik pengecer yang sering bolak-balik di tiap-tiap SPBU, jadinya BBM jenis premium itu cepat ludes hanya dengan waktu yang singkat sedangkan kami para pemilik ang kot biasaya tidak kebagian lagi," keluh Aksan.

2 dari 2 halaman

Tanggapan Pertamina

20151224-Jelang awal tahun 2016, Pemerintah Akan Turunkan Harga BBM
Petugas mengisi bahan bakar jenis Premium di SPBU Cikini, Jakarta, Kamis (24/12). Jelang awal tahun 2016, Pemerintah memutuskan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia berharap Pertamina bisa memperbaiki sistem yang ada di SPBU khususnya yang ada di Gorontalo. "Kami adalah pengemudi angkot hanya butuh premium karena harganya ekonomis sebanding dengan pendapatan kami," harapnya.

Sementara itu, pihak SPBU saat ditemui tidak memberikan komentar apa-apa, mereka hanya menyarankan untuk datang ke pihak Pertamina langsung. "Silahkan datang ke Pertamina langsung, kami tidak bisa memberikan pernyataan apa-apa, kare na itu merupakan wewenang mereka," ucap salah seorang staf di SPBU dimaksud.

Pihak Pertamina ketika di konfirmasi Liputan6.com Sales Executive Retail VII Pertamina Gorontalo, Imam Riski Arianto, mengatakan memang saat ini BBM jenis Premium masih banyak dicari dibanding jenis BBM lain.

"Yang jelas Animo masyarakat sendiri lebih seneng beli Premium dibandingkan Pertalite, mereka cenderung lebih memilih Premium di pengecer daripada beli Pertalite di SPBU," ungkapnya.

"Saya minta kepada seluruh masyarakat ketika menemukan kedaraan yang sering bolak-balik SPBU atau bermain curang, Nanti kalau ketemu hal yang seperti itu mohon evidencenya, buktinya dikirim ke saya biar saya tindaklanjuti untuk ditindaki," dia menandaskan.

Simak video pilihan berikut ini:

Kementerian ESDM umumkan harga BBM jenis Premium batal naik. Keputusan tersebut akibat arahan langsung dari Presiden Jokowi.

Su mber: Berita Gorontalo

No comments