Di Gorontalo, RR Jabarkan Tiga Faktor Penghambat Kemajuan ... | Liputan 24 Gorontalo
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Di Gorontalo, RR Jabarkan Tiga Faktor Penghambat Kemajuan ...

Posted by On 10:46 AM

Di Gorontalo, RR Jabarkan Tiga Faktor Penghambat Kemajuan ...

  • Sumut
  • Sumbar
  • Bengkulu
  • Sumsel
  • Babel
  • Lampung
  • Banten
  • Jakarta
  • Jabar
  • Jateng
  • Jatim
  • Kalbar
  • Papua
  • RMTV
  • KBP
News Tickers
  • Ahokers Sikapi Jebakan Batman Dengan Ancaman Golput, 25 AGUSTUS 2018 , 05:40:00
  • KPK Harus Segera Selidiki Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno, 25 AGUSTUS 2018 , 05:19:00
  • PKS Tidak Tahu Soal Pemaksaan Tanda Tangan, 25 AGUSTUS 2018 , 04:59:00
  • Gempa 7,1 SR Guncang Perbatasan Peru-Brasil, 25 AGUSTUS 2018 , 04:56:00
  • Pilihan Jokowi Terhadap Agus Gumiwang Sudah Tepat, 25 AGUSTUS 2018 , 04:07:00
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Hanura Di Gorontalo, RR Jabarkan Tiga Faktor Penghambat Kemajuan Indonesia

SABTU, 25 AGUSTUS 2018 , 14:02:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di Gorontalo, RR Jabarkan Tiga Faktor Penghambat Kemajuan Indonesia

Foto: RMOL

RMOL. Ekonom senior Dr Rizal Ramli menjadi pembicara kunci dalam acara International Interdisciplinary Conference on Sustainable Development Goals (IICDDGs) 2018 yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Bisnis (STIMB) di Grand Palace Convention Center, Gorontalo, Sabtu (25/8). Berita Terkait Katanya Menteri Hebat Sejagat, Kok Ditantang Debat Gak Berani Rizal Ramli Hadiri HUT PAN Ekonomi Lampu Kuning, Warganet Ingatkan Solusi Rizal Ramli
Di hadapan ratusan mahasiswa Gorontalo, pria yang akrab disapa RR itu menjabarkan tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lambat dibanding negara-negara Asia lain.
Padahal, 45 tahun lalu negara-negara seperti China, Jepang, Korea, dan Malaysia sama miskinnya dengan Indonesia. Rata-rata penghasilan masyarakatnya cuma 100 dolar AS pertahun.
“Kini Korea itu sekarang 44 ribu dolar, 13 kali dari kita. Taiwan 13 kali dari kita, Malaysia 3 kali dari kita, dan Vietnam yang miskin kini nyaris sama dengan kita,” ujarnya Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.
Dia kemudian menguraikan bahwa ada tiga penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia lambat. Pertama adalah faktor korupsi.
Indonesia, sambungnya, tengah mengadopsi model demokrasi kriminal. Demokrasi ini membuat ratusan bupati, gubernur, dan anggota dewan terjerat kasus korupsi. Jika ditotal, maka kerugian negara yang dihasilkan atas korupsi tersebut menc apai Rp 75 triliun per tahun.
Akar dari demokrasi kriminal ini adalah tidak adanya pembiayaan dana partai politik dari negara. Sehingga, parpol terpaksa mencuri anggaran negara untuk bertahan hidup.
“Jadi harus kita ubah ke demokrasi akuntabel. Caranya, ubah pembiayaan parpol. Parpol dibiayai negara sehingga fokus pada tugas mencari orang yang amanah dan kapabel,” urai mantan Menko Perekonomian itu.
Kedua adalah faktor sumber daya manusia. Indonesia, kata dia, memiliki kualitas pemuda yang gesit-gesit. Namun kreativitasnya dipakai ke arah negatif. Ini harus diubah ke kreativitas yang positif dengan cara menggelar banyak kompetisi.
“Harus dianggarkan Rp 20 triliun untuk kompetisi. Siapa yang menang harus diberi beasiswa. Kita ini pintar-pintar tapi tidak biasa berkompetisi,” tukasnya.
Sementara itu, faktor yang terakhir yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia lamban adalah sistem ekonomi neoliberalis yang mengikuti model pendekatan Bank Dunia.
Dia menjelaskan bahwa model pembangunan ini menggantungkan diri pada utang. Sehingga ada rem otomatis yang melambat laju perkembangan Indonesia.
“Model pembangunan ini tergantung utang. Begitu ekonomi tinggi, utangnya nambah, jadi harus dikurangi. Jadi ada semacam rem otomatisnya,” jelas anggota Tim Panel Ekonomi PBB tersebut.
Negara Asia lain, sambungnya tidak mengandalkan model ini. Sehingga mereka bisa lebih maju dan bersaing dengan negara Barat.
“Jepang, Korea, dan China tidak ikut model ini, makanya dia bisa mengejar Eropa,” tukasnya.
Acara ini turut menghadirkan ahli perdamaian dan keamanan yang pernah bekerja di PBB Arnaud Amourux, lulusan dari Monash University Sanjukta Choudhurt Kaul, dan seorang ahli dari Belanda Andre Bowmers. [mel]

Berita Lainnya Selengkapnya Pemprov Masih Mampu, Status Bencana Nasional Tidak Perlu

Pemprov Masih Mampu, Status Bencana Nasiona..

SABTU, 25 AGUSTUS 2018

Istana: Banyak Hoax Di Tengah Gempa Lombok

Istana: Banyak Hoax Di Tengah Gempa Lombok

SABTU, 25 AGUSTUS 2018

Pasca Gempa, Wisatawan Asing Jangan Khawatir Datang Ke Bali

Pasca Gempa, Wisatawan Asing Jangan Khawati..

SABTU, 25 AGUSTUS 2018

Rizal Ramli Jadi Pembicara Kunci Seminar Internasional Di Gorontalo

Rizal Ramli Jadi Pembicara Kunci Seminar In..

SABTU, 25 AGUSTUS 2018

Humas BNPB: Peringatan Gempa Besar Di Jakarta Dan Jabar Hoax

Humas BNPB: Peringatan Gempa Besar Di Jakar..

SABTU, 25 AGUSTUS 2018

Kapolri Dan Panglima TNI Pimpin Pembersihan Puing Gempa Lombok

Kapolri Dan Panglima TNI Pimpin Pembersihan..

SABTU, 25 AGUSTUS 2018

VIDEO POPULERAg   us Gumiwang Gantikan Idrus Marham

Agus Gumiwang Gantikan Idrus Marham

, 24 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

KPK Kebobolan

KPK Kebobolan

, 24 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

FOTO POPULERPemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00

Atraksi Kembang Api

Atraksi Kembang Api

, 19 AGUSTUS 2018 , 05:36:00

Kain Penutup Ka'bah Tersingkap

Kain Penutup Ka'bah Tersingkap

, 20 AGUSTUS 2018 , 07:03:00

Jamu Jago Ambassador Talks Jaya Suprana Show Berita PopulerBerita TerkiniSudirman Meninggal Bersama Hewan Kurban Yang Disembelih

Sudirman Meninggal Bersama Hewan Kurban Yang Disembelih

23 Agustus 2018 11:03

Menggelinding Gerakan Haram Pilih Jokowi Di Madura

Menggelinding Gerakan Haram Pilih Jokowi Di Madura

19 Agustus 2018 02:10

Ketika Atlet Iran Tolak Salaman Jokowi

Ketika Atlet Iran Tolak Salaman Jokowi

21 Agustus 2018 09:22

Demokrat: Jokowi Yang Buat Hambalang Jadi

Demokrat: Jokowi Yang Buat Hambalang Jadi "Candi"

22 Agustus 2018 16:21

Rachmawati Soekarnoputri: Jangan Pilih Pemimpin Yang Munafikun<i>!</i>

Rachmawati Soekarnoputri: Jangan Pilih Pe mimpin Yang Munafikun!

17 Agustus 2018 10:53

Gempa 7,1 SR Guncang Perbatasan Peru-Brasil

Gempa 7,1 SR Guncang Perbatasan Peru-Brasil

25 Agustus 2018 04:56

Pilihan Jokowi Terhadap Agus Gumiwang Sudah Tepat

Pilihan Jokowi Terhadap Agus Gumiwang Sudah Tepat

25 Agustus 2018 04:07

Kasus Meiliana, Pasal Penodaan Agama Tetap Dibutuhkan

Kasus Meiliana, Pasal Penodaan Agama Tetap Dibutuhkan

25 Agustus 2018 03:55

Kasus Ketua KPK Soal KTP-El Kembali Dipertanyakan

Kasus Ketua KPK Soal KTP-El Kembali Dipertanyakan

25 Agustus 2018 03:48

Di Era Transparansi, Sulit Bagi BUMN Lakukan Kecurangan Tender

Di Era Transparansi, Sulit Bagi BUMN Lakukan Kecurangan Tender

25 Agustus 2018 03:43

Trending Tag
# MAHFUD
# PRABOWO
# SANDIAGAUNO
# BANTEN
# EKSPEDISI
# NU
# TABANAN
RMOL Architecture Design    Book Fayakhun e-Paper RMOL Sabar Gorky Malam Budaya Media Kit RMOL Sumber: Berita Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »