Batu Besi, Penangkal Sengatan Ubur-Ubur ala Gorontalo | Liputan 24 Gorontalo
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Batu Besi, Penangkal Sengatan Ubur-Ubur ala Gorontalo

Posted by On 10:11 AM

Batu Besi, Penangkal Sengatan Ubur-Ubur ala Gorontalo

Liputan6.com, Jakarta Risiko tersengat ubur-ubur bisa saja terjadi saat Anda sedang asyik bermain di pantai atau berenang di laut. Sengatan ubur-ubur bisa membuat seseorang merasakan sensasi terbakar.

  • VIDEO: Puluhan Wisatawan Disengat Ubur-ubur di Pangandaran
  • Waspada, Gerombolan Ubur-Ubur di Pantai Selatan Gunungkidul Menyerang Wisatawan
  • Selain Kutu Laut, Waspadai Hewan Ini Saat Main di Pantai (1)

Pengalaman disengat ubur-ubur pernah dialami Connie, pekerja media asal Jakarta. Saat berenang di lokasi Wisata Hiu Paus Botubarani, Bone Bolango, Gorontalo pada 18 Juli 2018, kedua lengannya memerah.

"Pokoknya, tadi itu lengan terasa 'cetut' (tiba-tiba disengat). Entah ikan kecil atau ubur-ubur, tapi sepertinya ubur-ubur. Aku langsung naik ke atas (pantai). Eh, malah memerah dan gatal. Rasanya juga panas," ujar Connie, ya ng waktu itu sedang bertugas di Gorontalo kepada Health Liputan6.com, ditulis Senin (23/7/2018).

Efek gatal dan panas akibat tersengat ubur-ubur, baru terasa saat Connie ke luar dari air laut. Ia langsung ke pantai untuk mencari pertolongan.

"Tadinya, saat di dalam air itu enggak terasa efek apapun. Nah, pas ke luar dari air, baru deh terasa panas dan gatal," lanjut Connie.

Simak video menarik berikut ini:

Pemandangan danau luas terlihat jernih dengan ribuan ubur-ubur cantik.

1 dari 4 halaman

Digosok batu besi

[Bintang] Foto traveling
Digosok batu besi dapat menyembuhkan bagian tubuh yang disengat ubur-ubur. (sumber foto: @marischkaprue/instagram)

Setiba di pantai, Connie mendapatkan pertolongan. Salah seorang penanggung jawab lokasi Wisata Hiu Paus Botuba rani, yang tak disebut namanya memberikan sebuah batu besi.

"Coba pakai ini (batu besi). Tinggal digosok-gosok saja. Nanti juga sembuh," katanya seraya memberikan batu besi kepada Connie.

Connie pun menggosok-gosokkan batu besi ke kedua lengannya yang memerah. Menurut kepercayaan masyarakat lokal, batu besi bisa menyembuhkan sengatan ubur-ubur.

"Sudah turun temurun itu. Dari segi medis atau ilmu pengetahuan, saya tidak tahu secara pasti, bagaimana kaitannya batu besi untuk menyembuhkan ubur-ubur. Yang pasti sembuh itu bukan karena batu besinya, tapi karena kekuasaan Tuhan," tambah pria yang jadi penanggungjawab lokasi wisata.

Ia juga berujar, kemungkinan yang menyengat lengan Connie bernama Tahi (dalam bahasa lokal setempat), sejenis ubur-ubur.

2 dari 4 halaman

Diberi cuka

Cuka
Cuka bisa mengobati sengata n ubur-ubur, Connie pun sembuh. (Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Setelah lengan digosok batu besi, Connie diberi cuka oleh salah seorang ibu penjual kantin setempat. Cuka tersebut dioleskan ke lengannya.

"Rasanya jadi panas banget saat diberi cuka. Katanya tinggal didiamkan saja, terus nanti sembuh," lanjut Connie.

Selang 20 menit, wajah Connie kembali segar. Ia tak lagi merasakan gatal dan sensasi panas. Kedua lengannya sudah tidak memerah.

"Ini sembuh juga. Ya, aku merasa baik-baik saja sekarang," ucap Connie sambil tertawa.

Meski disengat sejenis ubur-ubur, Connie tidak jera untuk berenang di laut. Ia rupanya senang berenang.

3 dari 4 halaman

Pro konta cuka

otosia
Ada pro kontra soal cuka untuk mengobati sengatan ubur-ubur. (Otosia)

Studi yang baru-baru ini d iterbitkan dari NUI Galway dan Universitas Hawai'i di Manoa menunjukkan, sengatan ubur-ubur paling baik diobati dengan cuka dan air panas.

Cuka dan air panas dapat meredam penyebaran racun dan menghilangkan rasa nyeri, dilansir dari Mayo Clinic. Sementara itu, menurut Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, semua ubur-ubur yang menyengat dengan tentakel dapat menyebabkan pelepasan sengatan yang mengandung racun.

Cuka hanya efektif bila dioleskan pada tentakel ubur-ubur, yang masih menempel pada tubuh. Trik ini dapat menonaktifkan racun dari ubur-ubur.

Pertolongan darurat pertama bisa dengan menggunakan obat oral, seperti antihistamin atau kortikosteroid untuk mengobati reaksi kulit yang memerah akibat sengatan ubur-ubur.

Sumber: Berita Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »