Tantangan Sejarah dan Kebudayaan Bagi Pemenang Pilkada di ... | Liputan 24 Gorontalo
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Tantangan Sejarah dan Kebudayaan Bagi Pemenang Pilkada di ...

Posted by On 5:09 PM

Tantangan Sejarah dan Kebudayaan Bagi Pemenang Pilkada di ...

Tantangan Sejarah dan Kebudayaan Bagi Pemenang Pilkada di Gorontalo - image  on https://www.cakrawala.co

GORONTALO CAKRAWALA.CO ,- Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Gorontalo dalam siaran persnya mengucapkan selamat kepada Bapak Marten Taha â€" Ryan Kono dan Bapak Indra Yasin â€" Thorig Mondanggu yang telah mendapatkan amanah dalam Pilkada Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara.

Bagi Joni Apriyanto, Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Gorontalo, bahwa Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara adalah jazirah ideologis yang memiliki kekayaan sejarah, kebudayaan serta memiliki identitas yang unggul.

Menurut Joni, kunci kemenangan Marten Taha â€" Ryan Kono dan Indra Yasin-Thorig Modanggu karena mampu mengelola isu sejarah lokal, kebudayaan dan identitas yang unggul. Marten Taha dan Indra Yasin adalah incumbent yang telah berhasil merealisasikan kerja-kerja kebudayaan pada pemerintahan sebelumnya.

Baca Juga Rusli Habibie Fasilitasi Masalah Pembebasan Lahan Milik Warga Taluditi

Kedepan, Joni menambahkan bahwa Marten Taha-Ryan Kono dan Indra Yasin-Thariq Modanggu memiliki tantangan serius dalam pembertahanan kebudayaan, sejarah dan identitas Gorontalo. Salah satu tantangan kedepan adalah menurunnya minat kaum milenial dalam sejarah lokal dan kebudayaan Gorontalo, termasuk bahasa Gorontalo.

Karena itu, Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Gorontalo memiliki kewajiban untuk senantiasa mengingatkan, mengkritik dan memberi dukungan dalam hal pembertahanan sejarah lokal, kebudayaan dan bahasa Gorontalo, pungkas Joni Apriyanto yang juga dosen Sejarah di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo.

Baca Juga Djarot Resmi Diusung PDIP Cagub Sumut 2018

“Kami meminta agar Marten Taha-Ryan Kono dan Indra Yasin-Thariq Modanggu untuk serius dan memasukkan agenda sejarah lokal, kebudayaan dan bahasa gorontalo dalam program kerja pemerintahan, dengan efektif, partisipatif, efisien, transparan dan akuntabel. Semoga, ikhtiar kita bersama dalam menjaga dan merawat sejarah lokal, kebudayaan dan bahasa Gorontalo mendapat ridho Allah SWT. ” jelas Joni Apriyanto yang menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo.***(RL)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar

Sumber: Berita Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »