Harga Ayam dan Telur Meroket, Mendag: Suplai Berkurang | Liputan 24 Gorontalo
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Harga Ayam dan Telur Meroket, Mendag: Suplai Berkurang

Posted by On 1:05 AM

Harga Ayam dan Telur Meroket, Mendag: Suplai Berkurang

  • Finance
  • Makro
  • Detail Berita

Harga Ayam dan Telur Meroket, Mendag: Suplai Berkurang

Isna Rifka Sri Rahayu · Rabu, 23 Mei 2018 - 19:22 WIB

ilustrasi. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengakui adanya kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras menjelang Ramadan hingga saat ini.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, berdasarkan tinjauan langsung di lapangan, pasokan daging ayam hanya 30-40 persen dari total kebutu han, sehingga harga naik. Dia pun membantah kenaikan harga akibat permainan oknum yang menahan pasokan.

"Ayam itu tidak mungkin ditahan, ayam hidup harus dikasih makan, ayam mati itu juga jadi cost kalau ditahan, jadi pasti dilepas. Itu menunjukkan suplai berkurang," kata Mendag di kantornya, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Dia mengaku kurang mengetahui secara persis mengapa pasokan di pasaran berkurang. Namun, dia menduga kenaikan harga juga terkait dengan kurs rupiah terhadap dolar AS yang melemah, sehingga membuat harga pakan ternak naik.

Bahan baku pakan ternak dinilainya tergantung pada kurs karena sebagian besar diimpor. Beberapa di antaranya bukil kedelai yang didatangkan dari Argentina dan Brasil, tepung tulang dan daging yang didatangkan dari New Zealand, Australia dan AS. Kemudian, minyak jagung dari AS dan vitamin yang didatangkan langsung dari China dan Australia.

Mendag mengaku sudah mengundang perusahaan besar dan peternak ayam man diri untuk menurunkan harga dalam waktu seminggu. Namun, setelah pertemuan tersebut, harga daging ayam dan telur hanya turun sedikit. Dia pun kembalil menginstruksikan kepada perusahaan besar untuk menyuplai ayam untuk menstabilkan harga.

"Yang semula ada pembatasan, diupayakan agar integrator yang besar tidak masuk ke pasar tradisional, mengingat harganya sudah terlalu tinggi, lepaskan saja dulu," ujarnya.

Di sejumlah daerah, harga daging ayam dan telur ayam masih cukup tinggi. Di Purwokerto, Jawa Tengah, harga daging ayam ras naik hingga mencapai Rp38.000 per kilogram (kg) pada pekan pertama Ramadan. Salah seorang pedagang, Sumiati mengatakan kenaikan harga daging ayam ras kembali terjadi dari distributor.

"Pekan kemarin masih Rp37.000 per kg, namun sejak hari Senin (21/5/2018) menjadi Rp38.000/kg karena dari sananya (distributor) sudah naik, sehingga kami terpaksa menyesuaikan harga," katanya.

Di Gorontalo, harga telur ayam dijual di pa sar tradisional juga terus mengalami kenaikan. Noval, salah satu penjual telur di pasar tradisional Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, di Gorontalo, mengatakan, harga telur ayam naik signifikan dari Rp49.000 per bak (30 butir) menjadi Rp55.000 per bak. Harga itu berlaku untuk telur ukuran kecil, sedangkan untuk ukuran super harganya mencapai Rp60.000 per bak atau Rp2.000 per butir.

Dia mengatakan, kenaikan harga telur ayam terjadi karena kekosongan stok telur di kandang-kandang ayam petelur yang ada di daerah itu, termasuk suplai dari kandang yang ada di luar daerah itu.

"Setiap pekan, harga telur ayam naik Rp1.000 per bak dan masih dimungkinkan naik lagi sebab permintaan terus tinggi," ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah

BERITA TERKAIT

  • Deretan Artis Cantik Ini Memutuskan Berhijab, Salah Satunya IDP

  • Aksi Tim Pengurai Kemacetan Arus Mudik Ditlantas Polda Banten

  • 5 Kuliner Legendaris Magelang yang Wajib Dicicipi saat Mudik

  • Mendag Larang Pejabat Eselon I dan II Belanja Sembako di Bazar Murah

  • Warga Kecam Aksi Vandalisme di Underpass Mampang

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

VIDEO

Gaji Megawati yang Fantastis di BPIP Tuai Pro Kontra

  • Rupiah Melemah, Money Changer Dipadati Warga yang Ingin Tukar Dolar

  • Kurs Rupiah Sempat Tembus Rp14.000, Ini Tanggapan HT

  • MNC Sekuritas Kembali Raih Penghargaan Digital Brand of The Year 2018

  • Nilai Rupiah Melemah, Investor Asing Lakukan Aksi Jual

BERITA POPULER

  • Saham INKP Melejit, Bos Sinarmas Jadi Orang Terkaya di Indonesia

  • Kapan THR PNS Cair? Ini Kata Kemenkeu

  • Resign Kerja Paling Tepat Dilakukan Setelah Lebaran, Ini Alasannya

  • Menhub Sebut Tarif Angkutan Mudik Masih Normal Selama Lebaran

  • Sebentar Lagi THR Cair, Ini Tips Mengaturnya

  • Semen Indonesia Akan Jual Semen Lewat Online

  • Apa Kabar Proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya? Ini Progresnya

  • Tekanan Dolar AS Mereda, Rupiah Diprediksi Bergerak ke Rp13.820

  • Mendag Larang Pejabat Eselon I dan II Belanja Sembako di Bazar Murah

  • Harga Anjlok, Emas Antam Kini Dijual Rp648.000 per Gram

PREDIKSI PASAR

Industri Otomotif Makin Kompetitif, Begini Arah Saham Astra

  • Kinerja di Atas Ekspektasi, Saham Waskita Karya Diprediksi Bangkit

  • Membedah Prospek Emiten Konstruksi BUMN

  • Bahana Sekuritas: Belanja Iklan 2018 Naik, Emiten Media Menarik

TIPS BISNIS

Berlibur di Akhir Tahun, Kids Zaman Now Wajib Evaluasi Keuangan

  • Ini Keuntungan Berinvestasi Emas, Terutama Buat Pemula

  • Empat Tips Mengelola Keuangan bagi Pekerja Pemula

  • Tips Mengelola Pengeluaran di Akhir Tahun

SUCCESS STORY

Raup Miliaran Rupiah dari Dunia Maya

  • Xiaomi, Beras Kecil yang Mengguncang Dunia

  • Dari Pipa Rokok, Casio Kuasai Dunia dengan G-Shock

  • Ishak Charlie Sukses Bangun 40 Perusahaan Besar

TOPIK POPULER

  1. Dollar
  2. Bulan Ramadan
  3. Rupiah
  4. IHSG
  5. Harga Emas
  6. Wall Street
  7. Kementerian Perdagangan
  8. Inflasi
  9. Guru Honorer
Sumber: Google News | Liputan 24 Kwandang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »