Tiga Bulan 65 Warga Positif, Kabgor Daerah Endemik DBD | Liputan 24 Gorontalo
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Tiga Bulan 65 Warga Positif, Kabgor Daerah Endemik DBD

Posted by On 5:35 PM

Tiga Bulan 65 Warga Positif, Kabgor Daerah Endemik DBD

GORONTALO, Hargo.co.id â€" Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gorontalo terus diwaspadai. Pasalnya, beberapa wilayah di daerah ini masih menjadi endemik DBD. Hal ini terbukti berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dalam tiga bulan terakhir yakni dari Januari hingga awal April 2018 sebanyak 65 warga yang positif terkena DBD.

Maret 2018 lalu, warga sempat digegerkan oleh sekitar sebelas warga Desa Pilohayanga Barat, Kecamatan Telaga Biru, masuk Rumah Sakit MM Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo secara bersamaan karena mengalami gejala DBD. Awal bulan ini, giliran dua kakak beradik Riski Usman dan Izul Usman (4), warga Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dilarikan ke Rumah Sakit MM Dunda Limboto karena terjangkit DBD, sejak Senin (2/4) lalu.

Kasus ini menambah daftar panjang penderita Demam Berdarah di Kabupaten Gorontalo. Menurut Rio Usman (29), ayah dari dua anak tersebut, awalnya sang kakak Risiki Usman yang dilarikan ke Rumah Sakit dan positif terjangkit DBD.

“Setelah yang kakak masuk rumah sakit. Giliran adiknya juga ikut terjangkit. Sudah sejak hari Senin dirawat intensif,” ungkap Rio. Lebih lanjut Rio menambahkan, bahwa gejala dari kedua anaknya tersebut sama.

“Awalnya demam, lalu beberapa hari kemudian demamnya sudah turun. Namun tiba-tiba langsung panas lagi. Setelah dibawa ke rumah sakit ternyata trombositnya turun drastis dan dinyatakan positif DBD,” ungkap Rio.

Setelah mengetahui ada warga Kelurahan Dutulanaa terkena DBD. Barulah Jumat (6/4), Puskesmas limboto melakukan foging di wilayah tersebut. Kepala Puskesmas Limboto Ismail T. Akase membenarkan warga Kelurahan Dutulanaa yang positif terkena DBD.

“Kami sudah melakukan Foging untuk membasmi jentik nyamuk, di Kelurahan Dutulanaa dan Kelurahan Hutuo,”ungkap Ismail. Dijelaskan Ismail, pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, yang menjadi faktor utama penanggulangan DBD.

Kepala Bidang Penanganan Penyakit DInas Kesehatan Kabupaten Gorontalo mengungkapkan bahwa perlu adanya Jumantik pada setiap rumah, untuk mendeteksi bila ada jentik nyamuk dirumah tersebut. “Di beberapa Desa sudah kami sosialisasikan. Kedepan, semoga setiap rumah ada seorang Jumantik,” tutupnya. (TR-58)

Sumber: Google News | Liputan 24 Limboto

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »