Ketika Pedagang Jadikan Terminal Limboto Lapak Sementara | Liputan 24 Gorontalo
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ketika Pedagang Jadikan Terminal Limboto Lapak Sementara

Posted by On 3:29 AM

Ketika Pedagang Jadikan Terminal Limboto Lapak Sementara

“Kami Harus Menghidupi Isteri dan Anak-anak, Jadi Harus Tetap Jualan,”

Kebakaran hebat di Shopping Center atau Pasar Sentral Limboto pekan lalu memang meninggalkan kepahitan yang mendalam bagi para pedagang setempat. Namun, tidak ada alasan bersedih hati. Waktu terus berputar untuk menyambung hidup. Masih ada tanggung jawab yang harus dipenuhi daripada duduk bersedih hati.

Franco Bravo Dengo â€" LIMBOTO

Hargo.co.id â€" Kemarin pagi, Selasa (6/3), aktivitas pasar tradisional Limboto berjalan seperti biasa. Kebetulan memang, setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat, adalah hari pasar. Jadi, kondisi pasar tradisional sangatlah ramai.

Namun ada pemandangan berbeda di lokasi Terminal Limboto. Terminal yang seharusnya dipenuhi kendaraan untuk mencari calon penumpang, justru dipenuhi pedagang. Ternyata mereka adal ah pedagang pasar Shopping Center Limboto yang menjadi korban kebakaran. Sudah beberapa hari ini mereka menempati lokasi terminal ini. Mereka menjadikan Terminal Limboto sebagai lapak sementara untuk berjualan.

Mereka mulai dari pedagang ikan, ayam, sayur-sayuran, rempah-rempah dan kebutuhan pangan lainnya. Sudah beberapa hari ini, mereka merasakan suasana yang berbeda. Mereka rata-rata merindukan lapak mereka dahulu. Pasalnya, rata-rata para pedagang sudah puluhan tahun mengais rejeki di tempat itu.

Pada hari biasa selain hari pasar, suasananya tidak begitu ramai. Namun para pedagang memahami hal itu. Disisi lain, mereka harus tetap berjualan untuk menghidupi keluarga mereka masing-masing. “Saya harus menghidupi isteri dan anak-anak. Jadi harus tetap berjualan,” kata Kude Buhung (56) pedagang korban kebakaran yang merupakan warga Kelurahan Hunggaluwa, Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Pria beruban tersebut mengungkapkan bahwa mereka berjualan di terminal hanya untuk sementara saja, sekedar menyambung hidup. Saat kebakaran Jumat pekan lalu, seluruh bahan jualannya ikut terbakar. Kude mengaku rugi puluhan juta rupiah. “Tapi kami sudah didata Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Semoga ada tindak lanjut dari itu,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Umar Pou, pedagang barito (bawang, rica, tomat). Menurutnya, dia harus tetap berjualan daripada merenung di rumah. “Semoga ada hikmahnya dari musibah ini. Kami harus tetap berjualan karena hidup terus berlanjut dan kita punya tanggung jawab,” pungkasnya.(gp/hg)

Sumber: Google News | Liputan 24 Limboto

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »