Diduga Gagal Move On, Mahasiswa Pilih Gantung Diri | Liputan 24 Gorontalo
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Diduga Gagal Move On, Mahasiswa Pilih Gantung Diri

Posted by On 3:28 AM

Diduga Gagal Move On, Mahasiswa Pilih Gantung Diri

Kriminal Senin, 19 Februari 2018 Share this on: Diduga Gagal Move On, Mahasiswa Pilih Gantung Diri

KWANDANG - "Selamat jalan semuanya," begitu kicauan terakhir Faisal Buheli (22), warga Desa Ponelo Kecamatan Ponelo Kepulauan, Gorontalo Utara (Gorut) melalui akun Facebooknya, Jumat (16/2) pukul 20.20 Wita.

Sekitar setengah jam setelah itu, mahasiswa Universitas Ichsan Gorontalo ini ditemukan tewas gantung diri dengan kabel listrik di lehernya. Sontak, linimasa pada akun Facebook milik Faisal Buheli dibanjiri komentar oleh keluarga dan rekan-rekannya, termasuk seorang di antaranya adalah dari akun milik Melsa Jasmin.

Ya, menurut informasi yang beredar, Melsa merupakan kekasih dari Faisal. Namun ada juga sumber yang menyebutkan mereka masih ada ikatan keluarga.

Dari informasi yang dirangkum Gorontalo Post (jawa Pos group), hubungan Faisal dan Me lsa kurang harmonis belakangan ini. Terlebih saat Melsa baru pulang dari luar daerah, tidak mau lagi bertemu dengan Faisal.

Dari situlah, beberapa hari sebelum ditemukan tewas gantung diri, pada linimasa akun Facebook milik Faisal Buheli dipenuhi dengan kicauan patah hati. "Rasa-rasa somo kase akhir ini samua," tulis mendiang Faisal pada 15 Febuari pukul 23.04 Wita di status Facebook miliknya.

Sebelum ditemukan tewas, Faisal masih berada di rumah orang tuanya di Desa Ponelo Ponelo Kepulauan Gorut. Jhoni Buheli, salah satu sepupu korban, masih berada bersamanya saat itu dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

Jhoni pun sempat meninggalkannya sebentar untuk Salat Magrib, sekitar pukul 17.50 Wita. Namun saat kembali, Jhoni tidak menemukan Faisal lagi. Nanti setelah melihat status Facebook milik Faisal, barulah Jhoni bersama keluarga mulai mencarinya.

Mereka mencari di setiap sudut di Desa Ponelo, dan akhirnya sekitar pukul 21.00 Wita, Jhoni ber sama keluarga menemukannya sudah tergantung di sebuah tiang listrik, sekitar 1 Kilometer dari kediamannya. Faisal mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan kabel yang dililit di lehernya.

Faisal pun langsung dievakuasi dan dibawa ke kediamannya. Dari kejadian ini, pihak keluarga menyebutkan bahwa Faisal mengakhiri hidupnya tepat pada hari kelahirannya.

Tak menunggu lama, kabar kepergian Faisal tersebut langsung menyebar, terutama di akun media sosial Facebook miliknya yang dibanjiri komentar duka, tak terkecuali milik Melsa Jasmin. Bahkan, pada akun FB miliknya Melsa menulis, "Selamat jalan. Aku menyayangimu. Terima kasih telah memberikan kepercayaan yang penuh kau berikan kepadaku untuk meluapkan smua kesah gulanda yg kau rasakan. Mana janji yang kau ucap dulu? Kau akan kuat, sabar, tegar bersamaku tapi apa? Kau langar semuanya. Tenang di alam sana sodara, kerabat, teman dekat doa kami selalu bersamamu.. Kau tetap di hati kami dan takkan terganti..Aku janji," begitu tulisannya.

Wartawan Gorontalo Post pun mencoba menghubungi pemilik akun Melsa Jasmin untuk mengkonfirmasi apakah benar mereka berdua memiliki hubungan spesial. Via massenger, Melsa dengan tegas membantah jika dirinya berpacaran dengan korban, "Cuma kakak sepupu," tegas Melsa. Bahkan, setelah itu Melsa enggan lagi menjawab beberapa pertanyaan wartawan, "No comment," katanya.

Kapolsek Kwandang, AKP Dwi Okta Herianto, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini. Adapun indikasi korban melakukan perbuatan nekat tersebut diduga kuat karena depresi dengan pacarnya yang baru pulang dari luar daerah namun tidak mau lagi bertemu dengannya.

"Indikasi lain belum ada, jadi ini kuat dugaan ini murni bunuh diri," tandas Dwi Okta. (TR-58/jpg)

Sumber: Google News | Liputan 24 Kwandang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »