Liputan 24 Gorontalo | Liputan 24 Indonesia
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 1:28 AM

Sandiaga Uno pulang kampung ke Gorontalo

Gorontalo (ANTARA News) - Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno, Minggu, pulang kampung ke Provinsi Gorontalo untuk melakukan berbagai kegiatan dan kunjungan.
Sandiaga yang berpasangan dengan Calon Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo, lansung disambut oleh ratusan pendukungnya.
Ketua DPD Gerindra Gorontalo Elnino M. Husain Mohi mengatakan bahwa jadwal kunjungan pertama Sandiaga di Gorontalo adalah melakukan ziarah makam kakek dan neneknya di Telaga, Kabupaten Gorontalo.
"Setelah ziarah, Sandiaga akan disambut dengan prosesi adat Tilolo di rumah Ketua DPD Demokrat Provinsi Gorontalo Gusnar Ismail," ujar Elnino yang juga anggota DPR RI.
Sandiaga juga dijadwalkan memberikan materi sekaligus menutup pelatihan OKE OCE di Gedung Musdalifa, Kota Gorontalo.
Selain itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga akan ziarah ke makam pahlawan Gorontalo, Nani Wartabone.< br/>"Pertemuan keluarga besar Uno juga dijadwalkan dihadiri oleh Sandiaga Uno, kemudian ditutup dengan rapat koalisi partai pengusung di Grand Q Hotel Gorontalo," pungkasnya.
Baca juga: Sandiaga ziarah ke Makam Imam Lapeo
Baca juga: Sandiaga Uno menziarahi makam pendiri Alkhairaat

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: Berita Gorontalo

no image

Posted by On 1:28 AM

Sandiaga Uno pulang kampung ke Gorontalo

Gorontalo (ANTARA News) - Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno, Minggu, pulang kampung ke Provinsi Gorontalo untuk melakukan berbagai kegiatan dan kunjungan.
Sandiaga yang berpasangan dengan Calon Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo, lansung disambut oleh ratusan pendukungnya.
Ketua DPD Gerindra Gorontalo Elnino M. Husain Mohi mengatakan bahwa jadwal kunjungan pertama Sandiaga di Gorontalo adalah melakukan ziarah makam kakek dan neneknya di Telaga, Kabupaten Gorontalo.
"Setelah ziarah, Sandiaga akan disambut dengan prosesi adat Tilolo di rumah Ketua DPD Demokrat Provinsi Gorontalo Gusnar Ismail," ujar Elnino yang juga anggota DPR RI.
Sandiaga juga dijadwalkan memberikan materi sekaligus menutup pelatihan OKE OCE di Gedung Musdalifa, Kota Gorontalo.
Selain itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga akan ziarah ke makam pahlawan Gorontalo, Nani Wartabone.< br/>"Pertemuan keluarga besar Uno juga dijadwalkan dihadiri oleh Sandiaga Uno, kemudian ditutup dengan rapat koalisi partai pengusung di Grand Q Hotel Gorontalo," pungkasnya.
Baca juga: Sandiaga ziarah ke Makam Imam Lapeo
Baca juga: Sandiaga Uno menziarahi makam pendiri Alkhairaat

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: Berita Gorontalo

no image

Posted by On 11:52 PM

Roland Adenga, Penjaga Denyut Sastra Lisan Tanggomo di Gorontalo

Liputan6.com, Jakarta - Perkenalkan, namanya Roland Adenga, pemuda 21 tahun yang bergetar hatinya saat mendengar lantunan sastra lisan Tanggomo untuk pertama kali oleh seorang sesepuh Gorontalo.

Sebagai generasi penerus bangsa, salah satu peserta Kapal Pemuda Nusantara 2018 ini, prihatin bagaimana budaya asli daerahnya ini tergerus zaman karena tak memiliki regenerasi.

  • Gubernur Ingatkan Netralitas ASN Gorontalo di Pemilu 2019
  • Viral, Emak-Emak Mengamuk Saat Kena Operasi Zebra di Gorontalo
  • Pemuda Gorontalo 'Hidupkan' Pohon Mati jadi Penari

Tanggomo, adalah tradisi lisan Gorontalo. Keberadaannya, diakui Roland, sulit dijumpai di tengah masyarakat. Pada masa jayanya, Tanggomo adalah media menyebarluaskan informasi yang berdasar pada fakta kepada masyarakat.

Berbekal niat luhur, akhirnya Roland bergerak unt uk melestarikan sastra lisan Tanggomo dimulai dari diri sendiri. Roland belajar dari pelbagai sumber. Mulai dari serpihan naskah kuno yang dikumpulkannya dari dinas kebudayaan, mencari sumber di internet, hingga berguru langsung kepada ahli yang masih hidup, seperti Hanis Utszain.

"Beliau sudah tua sekali, beliau mentor saya, meski beliau tak lulus SD namun beliau aktivis sastra lisan Tanggomo, saya banyak diceritakan soal Tanggomo dari beliau," kata Roland saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu 31 Oktober 2018.

Bukan jalan mudah bagi Roland untuk bisa merangkul lebih banyak pemuda demi melestarikan sastra lisan ini. Dia pun mengaku belajar dari nol untuk akhirnya bisa menjadi seorang penutur yang lancar (fluent) untuk sastra lisan Tanggomo.

"Saya berusaha sampai saya bisa, pada saat pemilihan duta bahasa, pentas minat dan bakat saya mengambil fokus tampilkan Tanggomo dan diapresaisai," tutur pemuda bernama pen a Ande ini.

Gayung bersambut, aksi Roland dengan Tanggomo-nya memukau, dan berlanjut di tingkat provinsi. Kantor Bahasa Gorontalo, sebagai wadah pelestari sastra membawanya ke jenjang lebih tinggi, yakni tingkat nasional.

Proposal diajukan Roland dengan judul "Revitalisasi Sastra Lisan Tanggomo", masuk di salah satu sekolah menengah di pedalaman Gorontalo. Dia menjangkau wilayah tersebut, karena diyakini masih banyak remaja SMA di sana yang cukup sering menggunakan bahasa asli Gorontalo untuk sehari-hari.

"Alhamdulilah untuk pertama kalinya proposal saya diapresiasi, sehingga mendatangkan badan bahasa dari Kemendikbud, sempat melakan gerakan revitalisasi bahasa sastra lisan Tanggomo di salah satu sekolah SMAN 7 Gorontalo Utara," ujarnya bangga.

2 dari 2 halaman

Energi Positif

Roland semakin mendapat energi positif dari perjuangan melawan kepunahan sastra lisan Tanggomo. Puncaknya, banyak badan kebudayaan mulai dari tingkat k ampus hingga kementerian tertarik untuk mengundangnya sebagai mentor dan pembicara. Tak sedikit pula yang inginkan jasanya sebagai tutor bahasa Tanggomo untuk tujuan regenerasi.

"Saya sampai kewalahan, tawaran banyak datang dari mana-mana, sampai ada yang mau bayar saya untuk kasih les, tapi saya tidak pernah minta, saya murni untuk bagaimana melestarikan agar Tanggomo tidak punah," tegas dia.

Selama kurang lebih satu tahun terakhir ini, akhirnya Tanggomo kembali berdenyut. Atas usaha tangan dingin Rolan dan komunitasnya, Roland kini memiliki 20 anggota tetap. Dia optimis peran pemuda dalam warisan sastra ini bisa terus dikembangkan hingga menciptakan turunan yang kokoh dan jauh dari kepunahan.

"Saya terus adakan pertemuan berkala, berlatih secara rutin, terus agar mencapai tingkat kecakapan (fluent). saya juga terus mengumpulkan naskah-naskah Tanggomo masa lalu, rencananya akan kami bukukan, dan saya juga membuat karya dalam Tanggomo, " papar dia dalam usahanya untuk melestarikan Tanggomo.

Roland berharap, ke depan semakin banyak dukungan dari generasi milenial untuk ikut ber-Tanggomo, khususnya di Provinsi Gorontalo. Kepada instansi pusat, seperti pemerintah atau kementrian terkait, agar Tanggomo bisa mendapat perhatian khusus, sehingga pelestarian sastra lisan ini terus berlanjut.

Sumber: Berita Gorontalo

no image

Posted by On 11:52 PM

Roland Adenga, Penjaga Denyut Sastra Lisan Tanggomo di Gorontalo

Liputan6.com, Jakarta - Perkenalkan, namanya Roland Adenga, pemuda 21 tahun yang bergetar hatinya saat mendengar lantunan sastra lisan Tanggomo untuk pertama kali oleh seorang sesepuh Gorontalo.

Sebagai generasi penerus bangsa, salah satu peserta Kapal Pemuda Nusantara 2018 ini, prihatin bagaimana budaya asli daerahnya ini tergerus zaman karena tak memiliki regenerasi.

  • Gubernur Ingatkan Netralitas ASN Gorontalo di Pemilu 2019
  • Viral, Emak-Emak Mengamuk Saat Kena Operasi Zebra di Gorontalo
  • Pemuda Gorontalo 'Hidupkan' Pohon Mati jadi Penari

Tanggomo, adalah tradisi lisan Gorontalo. Keberadaannya, diakui Roland, sulit dijumpai di tengah masyarakat. Pada masa jayanya, Tanggomo adalah media menyebarluaskan informasi yang berdasar pada fakta kepada masyarakat.

Berbekal niat luhur, akhirnya Roland bergerak unt uk melestarikan sastra lisan Tanggomo dimulai dari diri sendiri. Roland belajar dari pelbagai sumber. Mulai dari serpihan naskah kuno yang dikumpulkannya dari dinas kebudayaan, mencari sumber di internet, hingga berguru langsung kepada ahli yang masih hidup, seperti Hanis Utszain.

"Beliau sudah tua sekali, beliau mentor saya, meski beliau tak lulus SD namun beliau aktivis sastra lisan Tanggomo, saya banyak diceritakan soal Tanggomo dari beliau," kata Roland saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu 31 Oktober 2018.

Bukan jalan mudah bagi Roland untuk bisa merangkul lebih banyak pemuda demi melestarikan sastra lisan ini. Dia pun mengaku belajar dari nol untuk akhirnya bisa menjadi seorang penutur yang lancar (fluent) untuk sastra lisan Tanggomo.

"Saya berusaha sampai saya bisa, pada saat pemilihan duta bahasa, pentas minat dan bakat saya mengambil fokus tampilkan Tanggomo dan diapresaisai," tutur pemuda bernama pen a Ande ini.

Gayung bersambut, aksi Roland dengan Tanggomo-nya memukau, dan berlanjut di tingkat provinsi. Kantor Bahasa Gorontalo, sebagai wadah pelestari sastra membawanya ke jenjang lebih tinggi, yakni tingkat nasional.

Proposal diajukan Roland dengan judul "Revitalisasi Sastra Lisan Tanggomo", masuk di salah satu sekolah menengah di pedalaman Gorontalo. Dia menjangkau wilayah tersebut, karena diyakini masih banyak remaja SMA di sana yang cukup sering menggunakan bahasa asli Gorontalo untuk sehari-hari.

"Alhamdulilah untuk pertama kalinya proposal saya diapresiasi, sehingga mendatangkan badan bahasa dari Kemendikbud, sempat melakan gerakan revitalisasi bahasa sastra lisan Tanggomo di salah satu sekolah SMAN 7 Gorontalo Utara," ujarnya bangga.

2 dari 2 halaman

Energi Positif

Roland semakin mendapat energi positif dari perjuangan melawan kepunahan sastra lisan Tanggomo. Puncaknya, banyak badan kebudayaan mulai dari tingkat k ampus hingga kementerian tertarik untuk mengundangnya sebagai mentor dan pembicara. Tak sedikit pula yang inginkan jasanya sebagai tutor bahasa Tanggomo untuk tujuan regenerasi.

"Saya sampai kewalahan, tawaran banyak datang dari mana-mana, sampai ada yang mau bayar saya untuk kasih les, tapi saya tidak pernah minta, saya murni untuk bagaimana melestarikan agar Tanggomo tidak punah," tegas dia.

Selama kurang lebih satu tahun terakhir ini, akhirnya Tanggomo kembali berdenyut. Atas usaha tangan dingin Rolan dan komunitasnya, Roland kini memiliki 20 anggota tetap. Dia optimis peran pemuda dalam warisan sastra ini bisa terus dikembangkan hingga menciptakan turunan yang kokoh dan jauh dari kepunahan.

"Saya terus adakan pertemuan berkala, berlatih secara rutin, terus agar mencapai tingkat kecakapan (fluent). saya juga terus mengumpulkan naskah-naskah Tanggomo masa lalu, rencananya akan kami bukukan, dan saya juga membuat karya dalam Tanggomo, " papar dia dalam usahanya untuk melestarikan Tanggomo.

Roland berharap, ke depan semakin banyak dukungan dari generasi milenial untuk ikut ber-Tanggomo, khususnya di Provinsi Gorontalo. Kepada instansi pusat, seperti pemerintah atau kementrian terkait, agar Tanggomo bisa mendapat perhatian khusus, sehingga pelestarian sastra lisan ini terus berlanjut.

Sumber: Berita Gorontalo

thumbnail

Posted by On 11:52 PM

Berakhir Pekan Menelusuri Benteng Otanaha di Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo - Benteng Otanaha yang terletak di atas perbukitan Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo saat ini menjadi tempat favorit wisatawan lokal. Bahkan tidak jarang wisatawan mancanegara terlihat di lokasi yang menjadi salah satu cagar budaya di Provinsi Gorontalo.

Benteng Otanaha terletak sekitar 9 km dari Kota Gorontalo. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung dapat menyewa bentor (becak motor) atau naik kendaraan sendiri dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Benteng Otanaha merupakan saksi sejarah perlawanan masyarakat Gorontalo melawan bangsa Portugis.

  • Detik-Detik Kecelakaan Pesawat di Ketapang
  • Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Belitung Minggu Siang
  • Heboh Pemerkosaan Berantai oleh Tukang Ojek di Badung Bali

Menurut cerita secara turun temurun hingga saat ini, Benteng Otanaha merupakan peninggalan ber sejarah yang dibangun oleh Portugis pada abad ke 15.

Bangunan yang keseluruhannya terdiri dari tiga buah benteng masing-masing mempunyai nama yanki Benteng Otanaha, Benteng Otahiya dan Benteng Ulupahu.

Benteng ini sebelumnya dibangun sebagai wujud kerjasama antara Portugis dengan Raja Gorontalo yang tengah berkuasa pada tahun 1505 â€" 1585 untuk melawan musuh yang masuk wilayah Gorontalo yang pada akhirnya bangsa portugis berkhianat, ketika ada serangan dari musuh bangsa portugis tidak membantu sama sekali.

Kemudian, Raja Gorontalo mengumpulkan rakyatnya pada waktu itu untuk mengusir bangsa portugis yang sudah berkhianat dan akhirnya masyarakat Gorontalo berhasil mengusir bangsa Portugis dan menduduki benteng tersebut.

2 dari 2 halaman

351 Anak Tangga

Benteng Otanaha
Benteng Otanaha (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Untu k mencapai benteng Otanaha, pengunjung harus mendaki 351 anak tangga. Namun tak perlu khawatir kelelahan, karena terdapat empat titik persinggahan untuk beristirahat sejenak sambil menghirup udara segar perbukitan dan Danau Limboto.

Jika pengunjung malas menaiki anak tangga, pengunjung dapat menggunakan sepeda motor atau mobil hingga area parkir yang terletak tepat di bawah benteng utama.

Hal unik lainnya yang terdapat di benteng ini adalah pada proses pembuatannya. Konon katanya batu-batu yang menjadi material utama untuk membangun benteng ini dibuat berbahankan putih telur burung Maleo yang merupakan burung endemic Sulawesi.

Selain sebagai obyek wisata sejarah, Benteng Otanaha juga menawarkan spot-spot bagus untuk para pengunjung yang gemar berfoto dengan latar Danau Limboto yang dipadu pepohonan lebat di sekitaran benteng.

Ditambah lagi di sekitaran benteng terdapat tempat-tempat beritirahat sambil berdiskusi.

"Setiap libur akhir pekan dan hari-hari besar benteng ini sering dikunjungi banyak orang, bahkan turis pun sering datang di tempat ini," kata Iwan, salah satu pengelola.

Untuk setiap orang hanya membayar 2 ribu rupiah untuk masuk di tempat ini, jadi setiap harinya meskipun bukan hari libur banyak yang datang," tutupnya

Ditempat yang sama, Moh.Iman Tangahu, salah satu pengunjung mengatakan, tempat ini sangat bagus untuk belajar sejarah.

"Apalagi sejarah daerah sendiri, tidak hanya khayalan tetapi bukti fisiknya ada, benteng yang terbuat dari bahan yang katanya dari kapur dan telur burung maleo kami bisa lihat dan pegang langsung," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Proses evakuasi badan pesawat Lion Air yang tergelincir di Bandara Jalaluddin Gorontalo, Senin 30 April 2018 malam mulai dilakukan.

Sumber: Berita Gorontalo